Labura|Kabar24jam.com
– Semangat juang dan kerja keras akhirnya berbuah manis. Jaihotman Tampubolon, siswa kelas XII-3 SMA Negeri 1 Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan menyabet medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).
Prestasi tersebut menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kualuh Leidong. Di tengah ketatnya persaingan para pesilat dari berbagai daerah di Sumatera Utara, Jaihotman mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil berdiri di podium tertinggi.
Raihan emas ini bukan sekadar sebuah medali. Di baliknya terdapat latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan dan mental pantang menyerah yang terus dibangun oleh Jaihotman bersama pelatihnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di tingkat provinsi dan mengharumkan nama sekolah serta Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui prestasi olahraga.
Kepala SMA Negeri 1 Kualuh Leidong, Drs. Edward G. Sianipar, didampingi Pembina/Wakasek Kesiswaan Irwan Simanjuntak, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Jaihotman.
«“Kami sangat bangga. Medali emas yang diraih Jaihotman merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan dan semangat juang yang luar biasa. Ini bukan hanya prestasi pribadi Jaihotman, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi sekolah,” ujar Drs. Edward G. Sianipar.»
Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat Jaihotman cepat berpuas diri. Sebaliknya, raihan emas itu harus menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
«“Kami akan terus mendukung siswa-siswa yang memiliki bakat dan prestasi. Kami berharap Jaihotman terus berlatih, tetap rendah hati dan mampu meningkatkan prestasinya hingga ke tingkat nasional. Semoga keberhasilannya menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” katanya.»
Sementara itu, pelatih pencak silat Jaihotman, Abdul Basyid Siregar, S.Pd., mengaku bangga melihat hasil perjuangan anak didiknya.
Menurutnya, medali emas yang diraih Jaihotman tidak diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan fisik, teknik, kedisiplinan hingga pembentukan mental bertanding.
«“Medali emas ini tidak datang begitu saja. Ada latihan keras, disiplin dan proses panjang yang harus dijalani. Jaihotman juga menunjukkan mental juara saat bertanding. Itu yang membuat kami bangga,” ungkap Abdul Basyid.»
Ia berpesan agar Jaihotman menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
«“Jangan cepat puas. Tetap rendah hati, terus berlatih dan terus belajar. Emas ini adalah awal untuk meraih prestasi yang lebih besar. Kami berharap ke depan Jaihotman bisa membawa nama Labuhanbatu Utara semakin harum melalui pencak silat,” tegasnya.»
Jaihotman, Inspirasi Generasi Muda Labura
Raihan medali emas tersebut menjadi bukti bahwa bakat, kerja keras dan kesempatan yang diberikan kepada generasi muda dapat melahirkan prestasi luar biasa.
Jaihotman Tampubolon kini tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Prestasinya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Kualuh Leidong lainnya untuk berani bermimpi, berani berjuang dan berani mengukir prestasi.
Selamat, Jaihotman Tampubolon!
Satu medali emas hari ini, semoga menjadi awal dari prestasi-prestasi besar di masa depan.
Harumkan sekolah. Banggakan Labura. Raih prestasi setinggi-tingginya.(Fahmi)












