Lebak, (kabar24jam.com) – Pembangunan Kawasan Distribusi dan Koperasi Masyarakat Pedesaan (KDKMP) di Desa Girimukti, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, telah selesai dikerjakan dan siap beroperasi. Fasilitas strategis ini dirancang sebagai pusat penggerak ekonomi warga yang dibangun melalui proses perencanaan transparan.
Penetapan lokasi KDKMP tidak didasarkan semata pada ketersediaan lahan, melainkan melalui kesepakatan Musyawarah Desa (Musdes) dengan mempertimbangkan aspek teknis, tata ruang wilayah, serta kepentingan jangka panjang masyarakat. Fasilitas ini ditempatkan di jalan poros penghubung antara Desa Cimarga dan Desa Girimukti.
Kepala Desa Girimukti, Agus, menegaskan seluruh proses penetapan lokasi dan pembangunan dilakukan secara terbuka dan mengutamakan kepentingan bersama.
“Penetapan lokasi ini bukan kehendak pribadi maupun kelompok tertentu. Lahan ini sudah dipersiapkan khusus untuk menjadi pusat penggerak ekonomi warga. Kami pastikan seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan,” ujar Agus kepada awak media, Sabtu (4/7/2026).
Agus menjelaskan KDKMP dirancang menjadi tonggak kemajuan ekonomi tanpa mengorbankan kenyamanan dan kelestarian lingkungan. Seiring penyelesaian fasilitas utama, pekerjaan betonisasi jalan poros menuju lokasi juga telah dimulai guna memperlancar jalur distribusi barang.
“Secara bertahap betonisasi jalan akan kami selesaikan agar petani dan seluruh warga segera merasakan manfaat akses yang lebih baik untuk menunjang kegiatan ekonomi,” tambahnya.
Pegiat sosial yang memantau perkembangan pembangunan, Sastra Wijaya, menilai keberadaan KDKMP Girimukti menjawab kebutuhan mendasar pengembangan desa. Menurutnya, keputusan yang diambil melalui Musdes menunjukkan tata kelola desa yang baik dan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas tersebut.
“Ini pondasi kuat agar KDKMP dapat berkelanjutan dan tidak menjadi aset yang terbengkalai. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi terpadu, bukan sekadar koperasi biasa,” kata Sastra.
Ke depannya, KDKMP akan berfungsi sebagai pusat distribusi barang, pergudangan, layanan keuangan masyarakat, pusat pelatihan peningkatan kapasitas UMKM, hingga unit pengolahan hasil pertanian. Manfaatnya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku usaha mikro dan pemuda desa.
Sastra menambahkan pemilihan lokasi di jalan poros memiliki nilai strategis tinggi karena memudahkan akses warga dari desa sekitar, memperlancar arus barang, serta membuka peluang kerja sama ekonomi antar desa. Pembangunan juga dinilai telah mematuhi aturan tata ruang dan tidak merusak lingkungan.
“Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. Kami berharap pembangunan serupa dapat menyebar merata ke seluruh desa,” ujarnya.
Perwakilan kelompok tani setempat, Sudol, menyambut positif kehadiran fasilitas ini. Ia berharap koperasi dapat menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau serta menjadi wadah pemasaran hasil panen yang lepas dari ketergantungan pada penadah luar desa.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Girimukti, Sarim, menilai KDKMP menjadi angin segar bagi pengembangan potensi ekonomi kalangan muda dan pelaku UMKM.
“Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan untuk pelatihan keterampilan, pengolahan hasil bumi, dan wadah berwirausaha sehingga pemuda tidak harus pergi ke kota untuk mencari nafkah,” tutup Sarim. (F_01/r)












