Lebak, (kabar24jam.com) – Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata S.I.P., M.I.P., M.Sc., melaporkan pembangunan Koperasi Daerah Desa Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lebak telah mencapai 78 titik hingga pertengahan Mei 2026. Angka tersebut terus bertambah dari 6 titik pada Desember tahun lalu, berkat dukungan penuh Pemerintah Daerah dan ketersediaan lahan dari pemerintah desa.
Dalam sambutannya pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (16/5/2026), Dandim menjelaskan kehadiran TNI dalam program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Koperasi dan Kementerian Pertahanan. Pendampingan yang direncanakan berlangsung tiga bulan hingga Februari lalu diperpanjang hingga saat ini, sehingga peresmian yang semula ditargetkan awal tahun baru dapat dilaksanakan pada Mei ini.
“Peluncuran besar-besaran telah dilakukan Presiden di Nganjuk, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan sistem dan aplikasi yang sudah berjalan penuh. Di Lebak, kami menargetkan total pembangunan 344 titik, dengan pencapaian 240 gerai hingga Juli mendatang,” ujar Letkol Mahendra.
Awalnya, ketersediaan lahan menjadi kendala utama pembangunan. Namun, respon positif dari Bupati Lebak, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga pemerintah desa menjadi solusi utama. Banyak lahan milik desa disiapkan khusus untuk keperluan ini, sehingga pembangunan berkembang pesat dari 90 titik pada akhir tahun lalu menjadi 78 titik yang sudah berdiri saat ini.
Meskipun masih ada berbagai dinamika di lapangan, Dandim meyakinkan target akan tercapai jika seluruh elemen bersatu. “Tanggung jawab penyediaan gerai di setiap desa tetap harus dipenuhi, meski kami menargetkan 240 titik pada bulan Juli,” tegasnya.
Awalnya, pendampingan TNI hanya direncanakan hingga tahap pendirian, namun kini diperpanjang atas perintah atasan. Pihaknya terus berkoordinasi erat dengan Dinas Koperasi untuk penentuan lokasi terbaik, mengacu pada kesiapan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah lebih matang.
Koperasi Desa Merah Putih dirancang memiliki lingkup usaha lengkap. Satu unit bangunan memuat kantor pengelola, toko sembako, layanan simpan pinjam, klinik desa, apotek, gudang logistik, hingga pusat penampungan hasil bumi. Bagi desa pesisir, akan disiapkan fasilitas pendukung khusus bagi nelayan.
Model bisnis koperasi ini terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ke depannya, penyaluran pupuk pertanian dan gas elpiji yang saat ini dikelola perorangan atau pangkalan terpisah, akan dipusatkan di koperasi dengan skala usaha lebih besar.
Kerja sama dengan BUMN juga mencakup layanan keuangan dan logistik. Agen layanan perbankan dari BRI, BNI, dan bank lain akan hadir, begitu pula Pos Indonesia yang akan diaktifkan kembali di setiap gerai agar masyarakat bisa mengirim atau mengambil paket di lokasi terdekat.
Tak hanya itu, gedung koperasi juga berfungsi sebagai pusat penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat. Bahkan sebelum diresmikan, sejumlah bangunan sudah digunakan warga untuk kegiatan pengajian, rapat, hingga pembagian bantuan agar penyaluran lebih tertib dan terpusat.
Terkait sumber daya manusia, Dandim menjelaskan setiap gerai membutuhkan minimal 8 pengelola, bisa bertambah hingga 12 orang. Sebagian tenaga ahli seperti pengelola keuangan dan teknis akan dikirim dari pusat, namun sebagian besar adalah warga lokal. Struktur organisasi meliputi manajer, pengawas, sekretaris, bendahara, petugas operasional, dan pengemudi.
“Aturan resmi rekrutmen belum dirilis, namun kami harap Camat dan Kepala Desa segera melakukan persiapan. Tenaga ahli pusat akan menangani pembukuan, persediaan barang, hingga sistem pelayanan,” jelasnya.
Salah satu keunggulan utama koperasi ini adalah bunga pinjaman ringan, hanya sekitar 1 persen. Konsep ini diadopsi dari keberhasilan koperasi di lingkungan TNI dan Polri untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga, agar petani tidak lagi bergantung pada rentenir sebelum masa panen.
Hasil pertanian seperti sayur, buah, dan beras nantinya akan dikumpulkan koperasi sebelum disalurkan ke gudang penyimpanan atau Bulog. Model serupa juga telah diterapkan di Desa Luhur Jaya, di mana usaha konveksi binaan koperasi telah beroperasi dan menyerap tenaga kerja lokal.
“Ini rencana besar pemerintah pusat. Mari kita dukung sepenuhnya demi memajukan ekonomi rakyat. Mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan,” pungkas Dandim 0603/Lebak menutup laporannya. (F_01/r)












