Rommy Van Boy Ajak Warga Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

 

MEDAN|Kabar24jam.com

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Rommy Van Boy, mengajak masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama.

Selain toleransi, Rommy juga mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menjunjung persatuan.

Ajakan tersebut disampaikan Rommy saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di halaman SMP Islam Al-Fadhli, Jalan Eka Bakti, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (12/7/2026).

Dalam paparannya, Rommy menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Karena itu, setiap orang wajib menghormati pemeluk agama lain tanpa memaksakan keyakinannya kepada orang lain.

“Agama dan kepercayaan merupakan urusan pribadi setiap orang dengan Tuhan. Sesuai dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Tidak boleh ada pihak yang mengintervensi ataupun memaksa orang lain mengikuti keyakinannya. Hal itu sudah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Rommy.

Ia menjelaskan, sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung nilai penghormatan terhadap hak asasi manusia, persamaan derajat, sikap saling mencintai sesama, semangat gotong royong, serta keberanian menegakkan kebenaran dan keadilan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Medan Polonia itu menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum sehingga tidak boleh ada diskriminasi maupun perlakuan yang merendahkan sesama.

“Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang boleh membeda-bedakan ataupun merendahkan sesama manusia,” jelasnya.

Membahas sila ketiga, Persatuan Indonesia, Rommy mengajak masyarakat menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh paham radikalisme maupun isu berlatar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan yang berpotensi memecah persatuan.

“Radikalisme yang membawa isu suku, agama, dan ras tidak boleh masuk dalam kehidupan kita. Itu merupakan racun yang sangat berbahaya bagi persatuan bangsa,” tegasnya.

Rommy juga menekankan pentingnya musyawarah sebagaimana tercermin dalam sila keempat Pancasila.

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat, organisasi, maupun lembaga hendaknya diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.

“Hasil musyawarah, harus dihormati dan dilaksanakan bersama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keputusan yang telah disepakati,” ungkap Rommy.

Sementara itu, saat menjelaskan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Rommy mengajak masyarakat untuk bersikap adil, bekerja keras, hidup sederhana, menghargai hasil karya orang lain, serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk iri hati.

“Kalau ada tetangga atau saudara yang lebih berhasil, jangan iri. Jadikan itu sebagai motivasi dan pembelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik lagi,” tutur Rommy.

Melalui kegiatan tersebut, Rommy berharap masyarakat semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada kesempatan itu, Rommy juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pelajar sekolah dasar dan menengah yang mampu menjawab pertanyaan mengenai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

“Ini kali ketiga saya melaksanakan kegiatan pembinaan ini. Baru di Medan Johor para pelajar mampu menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan mengenai wawasan kebangsaan dan Pancasila. Ini menunjukkan semangat mereka untuk memahami nilai-nilai kebangsaan patut diapresiasi,” katanya.

Selain memberikan pembinaan, Rommy juga merespons aspirasi Kepala Yayasan SMP Islam Al-Fadhli, Salman, yang menyampaikan kebutuhan pembangunan mushala di lingkungan sekolah.

Rommy mengatakan, pemerintah memiliki program bantuan pembangunan rumah ibadah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun lembaga pendidikan yang memenuhi persyaratan administrasi.

“Ada bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan rumah ibadah. Silakan pihak yayasan melengkapi persyaratannya. Saya akan mengawal proses penyalurannya agar bantuan diterima secara utuh tanpa potongan,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para pelajar.

Kepala Yayasan SMP Islam Al-Fadhli, Salman, menyampaikan apresiasi atas perhatian Rommy terhadap kebutuhan fasilitas ibadah di sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rommy Van Boy atas perhatian dan komitmennya membantu pembangunan mushala di SMP Islam Al-Fadhli. Semoga beliau senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Kota Medan,” kata Salman.

Baca berita terkini di kabar24jam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *