Jakarta, kabar24jam.com —
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkotika dan Zat Adiktif Nasional (DPP GARNIZUN), H. Ardiansyah Saragih, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Ardiansyah, yang didampingi Humas DPP GARNIZUN Aswani Hafit, menambahkan bahwa kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Republik Indonesia ini membawa harapan besar, khususnya dalam penguatan penegakan hukum dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di Tanah Air.
Menurutnya, rekam jejak Suyudi yang tangguh dan berpengalaman di bidang reserse serta penanganan narkoba menjadi modal krusial bagi Polri ke depan.
Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berlangsung khidmat.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Kapolri.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memandu pembacaan sumpah dan janji jabatan, di mana Suyudi menyatakan bersumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berjanji menjalankan undang-undang dan menjunjung tinggi Tribrata.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Proses pergantian kepemimpinan ini berlangsung sangat cepat demi menghindari kekosongan jabatan di tubuh Polri.
Diawali pengiriman Surat Presiden Nomor R-57/Pres/09/2026 pada 30 September 2026 tentang pemberhentian Listyo Sigit dan pengusulan Suyudi sebagai calon tunggal, Komisi III DPR RI langsung menggelar uji kelayakan pada 1 Oktober 2026 selama 30 menit.
Komisi III menyetujui penunjukan tersebut secara aklamasi hingga disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari yang sama.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa proses kilat ini bukan bentuk terburu-buru, melainkan karena tidak adanya permasalahan di Komisi III.
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi lulusan Akpol 1994 kelahiran Pandeglang, 14 Juli 1973.
Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, jabatan terakhirnya adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai Kapolres, Wakapolda Metro Jaya, dan Kapolda Banten. Latar belakangnya yang matang di bidang reserse juga mendapatkan apresiasi dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) yang menilai pengangkatannya sangat tepat.
Dalam menjalankan amanat barunya, Suyudi mengusung visi “Polri Bersama Masyarakat” dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. Ia berkomitmen mendukung penuh agenda Asta Cita Presiden Prabowo, terutama pada sektor reformasi hukum, pemberantasan korupsi dan narkoba, serta penguatan keamanan nasional, sembari memastikan Polri tidak akan mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain. (F_01/r)












