Medan, (kabar24jam.com) –
Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa menerima kunjungan silaturrahmi wartawan yang tergabung dalam Grup PERS TNI SOLID, di ruang kerja Pangdam lantai II Markas Kodam I/BB, Jalan Medan–Binjai, Senin (05/01/2025).
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan.
Kepala Penerangan Kodam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap bersama AVID wartawan pewarta.co dalam kegiatan silaturrahmi wartawan ke Pangdam I/BB.(ist)
Pangdam I/BB menyampaikan apresiasi atas peran insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis TNI AD, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan berimbang.
Menanggapi pertanyaan pimpinan rombongan terkait keterlibatan langsung Pangdam di lokasi terdampak bencana, Pangdam menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.
“Kalau saya katakan senang, itu bukan bahagia di atas penderitaan masyarakat. Saya senang karena bisa berperan langsung membantu masyarakat keluar dari kesulitan. Saya juga senang bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah, memastikan bantuan benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat,” tegas Pangdam.
Pangdam menjelaskan, TNI AD melalui Kodam I/BB telah melakukan berbagai upaya nyata di lapangan, mulai dari pembangunan jembatan darurat, termasuk jembatan Armco, jembatan Bailey ,jembatan gantung, Super Compac200, pembukaan akses jalan yang terputus, pendistribusian bahan makanan, penyediaan air bersih, hingga pendirian pos pengungsian.
“Ada jembatan yang dari baja, diameternya bisa satu setengah sampai dua meter. Semua itu dilakukan agar akses logistik dan mobilitas masyarakat kembali terbuka,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi psikologis warga terdampak bencana.
Menurutnya, trauma masyarakat tidak boleh dianggap sepele.
“Trauma itu nyata. Mendengar suara gemuruh air saja bisa membuat mereka teringat saat-saat air menerjang rumah, longsor terjadi, dan kehidupan mereka lumpuh. Ini manusiawi,” ungkapnya.
Pangdam menekankan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu, baik secara fisik maupun mental.
Banyak warga memilih tetap bertahan di lokasi terdampak karena ikatan emosional dengan tempat tinggal mereka, meskipun kondisi belum sepenuhnya aman.
Terkait peran media, Pangdam menegaskan bahwa di era digital saat ini, informasi sangat cepat menyebar tanpa batas. Oleh karena itu, ia berharap insan pers dapat terus menjaga profesionalisme dan menyajikan pemberitaan yang seimbang.
“Satu pernyataan atau opini, sengaja atau tidak, bisa dibaca seluruh Indonesia. Kalau ada kekeliruan atau hal yang kurang tepat, kami mohon dimaafkan. Mari kita luruskan dengan data dan berita yang berimbang,” ujarnya.
Pangdam juga mengungkapkan bahwa prajurit TNI yang bertugas di daerah bencana bekerja tanpa mengenal waktu. Bahkan, rotasi personel baru dapat dilakukan setelah hampir 20 hari bertugas, itu pun tidak seluruhnya diganti karena keterbatasan akses dan kondisi medan yang berat.
“Mereka lelah, tidak pulang-pulang, terutama yang berada di wilayah paling terpencil. Jalur darat terputus di beberapa titik, bahkan ada jalan yang hilang akibat longsor,” jelas Pangdam.
Saat ini, lanjut Pangdam, kondisi tanah di sejumlah titik masih dalam tahap analisa oleh instansi terkait untuk memastikan stabilitas sebelum pembangunan akses permanen dilakukan.
Dalam silaturrahmi yang diikuti Kepala Penerangan Kodam I/ BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, Pangdam menyampaikan apresiasinya kepada para pemimpin media/ wartawan yang hadir diantaranya Ryan Noer Sinaga (Oke Bung.Com), Lia Hambali (Agaranews.com), Richard Aritonang (wantaranews.co), Khaoruddin Tanjung (realitasonline.id), Dedy Djuliadi (cintarakyat.com), Winda Susanti (wartadhana.com) dan AVID (pewarta.co).
Kunjungan silaturrahmi itu ditutup dengan komitmen bersama antara Kodam I/BB dan PERS TNI SOLID untuk terus memperkuat sinergi, menjaga komunikasi, serta menyampaikan informasi yang konstruktif demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. (Ril)












